Minggu, 28 Februari 2010

LMRRI KOMWIL JATIM

LMR-RI,BPH.NMS ADALAH SUATU LEMBAGA ATAU BADAN PESERTA HUKUM PERTAMA SEJAK KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA YANG BERORIENTASI KEPADA MASALAH PEMASYARAKATAN YANG BERDIRI SEJAK TAHUN 1931

Reclasseering Indonesia didirikan pertama kali oleh Prof.Husein Djajadinigrat dan Raden Irlan pensiunan Kepala Jaksa Negeri Serang Pada Tahun 1931, untuk mengetahui jumlah dan klarifikasi narapidana dan tahanan politik yang berada dipenjara-penjara Indonesia.

Pekerjaan Reclasseering ini dilaksanakan berdasarkan pasal 1,2 dan 3 dari Lembaran Negara 1870 (Staatsblat No.64), sebagaimana terakhir diubah dengan Lembagaran Negara 1938 (Staatsblat No.276) dan Lembaran Negara 1937(Staatsblat No.573), berdasarkan Ordonasi pasal 6 Staatsblat th 1926 No.487 V,V, dan Ordonasi pasal 8 bis Staatsblat th 1926 No.488 V,I, serta pasal 12 s/d 17 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Berdirinya LMR-RI Era Kemerdekaan Bansa Indonesia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. LMR-RI didirikan berdasarkan ide murni dari pendirinya yaitu Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi yang telah meninggal dunia pada tanggal 9 Desember 1986.
Sejak pendiri LMR-RI meninggal dunia itulah hingga saat ini banyak bermunculan Ketua Umum LMR-RI illegal yang kontroversial. Karena itu perlu adanya klarifikasi oleh salah satu pewaris / pemegang hak cipta / pengurus dari induk LMR-RI yang asli melalui penjelasan secara kronologi sebagai berikut :
18-Agustus-1945 Sejalan dengan isi Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 dan oleh sebab itu Presiden RI Ir. Sukarno memberikan surat instruksi kepada Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi dalam kapasitasnya sebagai Penghubung Revolusi ‘45 untuk meneruskan pelaksanaan Proklamasi keseluruh Jawa dan Madura. Dalam intruksi Presiden Rl. tersebut Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi diminta segera membebaskan para narapidana atau tahanan politik sekaligus mengadakan penampungan bekas tawanan perang (POW) dari penjara-penjara seluruh Indonesia. Demi mengemban tugas itulah tercetus ide pendirian LMR-RI bersama-sama: Dr. R. Mustopo dan Saimun zain.
21-Mei-1946 Konsep Anggaran Dasar LMR-RI mulai dirancang oleh Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi sewaktu mengikuti latihan Ketentaraan di Asrama Republik Indonesia, Solo hingga lulus diploma dengan hasil terbaik.
17-Agustus-1946 LMR-RI di deklarasikan pertama kali bertempat di Jl.Merbabu No.l Yogyakarta. Hadir dalam kesempatan itu antara lain Let.Kol. Sugiri, Mayor Slamet Riyadi, H.S. Hadiprawiro dan Iain-lain.
5-September-1946 LMR-R1 melalui seksi "P" yang berkedudukan di Jl. Kawi No.27 Malang berhasil membongkar jaringan agen rahasia NICA,RECOMBA, RANTE MAS, DJAGO.
1-Oktober-1946 LMR-RI membantu pemerintah dengan menyerahkan sebanyak 80 peti emas batangan dan 40 peti emas bubuk (bullion) yang diserahkan Letkol Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi kepada Dr.Moh. Hatta dan Mr. Sjahrir untuk dijadikan modal bagi pembentukan Kabinet Parlementer (Sjahrir).
21-Juli-1947 Pendiri LMR-RI Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi selaku Komandan Resimen Penggempur Istimewa (dibawah komando MBP/TCDT Dr. R. Mustopo) berada di medan pertempuran melawan Agresi Belanda I
18-September-1948 LMR-RI, turut berperan menumpas pemberontakan PKI Madiun Pimpinan Muso.
19-Desember-1948 Beberapa Tokoh dan unsur LMR-RI terlibat dalam pertempuran melawan Agresi Belanda II.
23-Juni-1949 Berdasarkan perintah Panglima Besar Jenderal Sudirman, maka Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi sebagai pendiri dan penanggung jawab LMR-RI mengadakan Kongres Sentral Komando Angkatan perang Gerilia Total Jawa Timur bertempat di Gunung Kawi, Malang Selatan.
30-Desember-1949 LMR-RI mengadakan penampungan pejuang dan veteran perang berkenaan pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh Belanda.
21-Januari-1950 Markas Reclasseering berpindah dari Sengguro ke Jl Lowokwaru Kota Malang.
23-Maret-1950 Kantor dan kediaman Ketua Umum LMR-RI pindah dari Malang ke Jl.Batutulis No.34 Bogor.
17-Agustus-l 950 Secara de jure Anggaran Dasar LMR-RI disahkan melalui Akta No.29 Notaris Gusti Djohan.
Susunan Badan Pengurus yang pertama Sbb :
Ketua : TUBAGUS IBNU FAD JAR GUNADI
Sekertaris : R. Ng. SISWO
Bendahara : Ny. Rd. IDHA SURJATAMA
Wakil Ketua : H.S. HADIPRAWIRO

27-Oktober-1950 Sehubungan pengakuan Instansi-instansi berwajib terhadap keberadaan LMR-RI, maka kantor pusat LMR-RI ditetapkan di JL.Gajah Mada 185 Jakarta Pusat.
23-Maret-1953 LMR-RI mengerjakan proyek pembangunan Depo Pendidikan Batalyon Infantri III Bogor. Kantor dan kediaman Ketua Umum LMR-RI bertempat di J1.Gunung Batu 467/71 Bogor.
21-.Mei-1954 Ketua Umum LMR-RI Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi membuat permohonan kepada Menteri Kehakiman RI agar LMR-RI mendapat surat penetapan resmi dari pemerintah.
27-.Iuli-l954 LMR-RI membentuk Gerakan Pembebasan Irian Barat (GERPI).
31-Juli-1954 Perubahan Anggaran Dasar LMR-RI untuk melengkapi permohonan penetapan Menteri Kehakiman.RI.
10-Nopember-1954 LMR-RI Mengirim Barisan Pembebasan Irian Barat yang pertama.
12-Nopember-l954 LMR-RI mendapat Surat Penetapan Menteri Kehakiman RI. No.J.A.5 / 105 / 5 Tgl.l2-Nopember-1954 yang menyatakan sah Anggaran Dasar LMR-RI untuk Negara dan Masyarakat.Melalui surat penetapan ini LMR-RI diakui sebagai Badan Peserta Hukum yang berhak atas nama sendiri menjalankan dan mengalami tindakan yang dilindungi oleh Hukum, mempunyai milik dan mempertahankan haknya dimuka dan diluar pengadilan.
31-Desember-1954 Pengumuman Berita Negara No.105 Tambahan Lembaran Negara No.90 tentang Sahnya Anggaran Dasar LMR-RI.
21-Maret-1955 LMR-RI melaksanakan program Transmigrasi Bedol Desa yang pertama dari Jawa Tengah ke Propinsi Lampung.
1-Mei-1955 LMR-RI mengirim laskar combadnya yang kedua ke Irian Barat.
29-September-1955 Beberapa tokoh LMR-RI turut serta mensukseskan penyelenggaraan PEMILU yang pertama di Indonesia.
25-Januari-1956 LMR-RI membentuk rayon-rayon Penjagaan Keamanan Partikulir ( Pengamanan Swakarsa ) yang dihimpun oleh KMKBDR Biro V bersama BRM.Tjokrodiningrat untukmenjaga keamanan seluruh Jakarta Raya.
28-Februari-1956 Ketua Umum LMR-RI Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi selaku Koordinator KMKBDR bersama BRM. Tjokrodmingrat mengucapkan Sumpah Panca Prasetya di Gedung Proklamasi dan Pelantikan Oleh Presiden RI di Istana Negara.
28-September-1956 Ketua umum LMR-RI Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi mendapat perintah selaku anggota pembantu ITPR untuk mencari bahan-bahan kepada gerombolan bersenjata dalam rangka pemulihan keamanan.
27-Mei-1957 Ketua Umum LMR-RI Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi di tunjuk oleh Jaksa Agung RI Bapak R. Soeprapto sebagai Petugas Khusus dalam bidang pengawasan Subversif Asing.
27-Agustus-1958 LMR-RI memfasilitasi orang-orang bekas gerombolan DI/TII untuk kembali kepangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
19-Desember-1959 Mendapat order dari pemerintah melevering bahan material untuk pembangunan Istora Senayan menyongsong penyelenggaraan Asean Games.
17-Januari-l960 LMR-RI mengumpulkan tenaga rakyat di tiga desa yakni Kapuk, Kedawung, dan Pesing untuk membangun Istora Senayan dan Pembangunan rumah dinas Bank Indonesia.
2-Januari 1962 LMR-RI mengimpor mobil Oldjear untuk keperluan tamu Negara peserta Asian Games.
5-Oktober-1965 Segenap komponen LMR-RI mengecam perbuatan biadab PKI dalam peristiwa G.30.S/PKI.
17-Agustus-1966 LMR-RI menyumbang sembako kepada masyarakat tidak mampu melalui Kabinet Ampera.
13-September-1966 Sekretaris Presidium Kabinet Ampera Kolonel CKH.Soedarmono,SH mengucapkan terima kasih atas sumbangsih LMR-RI.
21-Juni-1970 Segenap unsur dan komponen LMR-RI seluruh Indonesia berkabung atas meninggalnya Proklamator Bangsa Indonesia Ir. Sukarno. Ketua Umum dan Staf LMR-RI menghadiri pemakaman Bung Karno di Blitar.
3-Juli-1971 LMR-RI berperan serta mensukseskan PEMILU Ke 2 di Indonesia dan yang pertama di zaman orde baru.
13-Maret-1972 Ketua Umum LMR-RI Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi mengikuti seminar Angkatan Darat dengan tema Pewarisan Nilai-nilai Perjuangan 1945.
5-Juli-1977 LMR-RI turut mensukseskan PEMILU 1977.
20-Mei-1978 Rencana pembangunan laboratorium LMR-RI di Bogor.
26-April-1979 Ucapan terima kasih Dirjen Agraria kepada LMR-RI atas usaha dan kerjasama LMR-RI dengan Direktorat Jenderal Agraria.
25-Mei-1979 Ketua Umum LMR-RI menugaskan Tim Formatur untuk memilih pengurus baru, LMR-RI KOMDA Jawa Tengah, yang ditugaskan antara lain: T. Soetono Siswady, H. Basori, M Toyib dan Sutarjan.
6-Agustus-1979 Surat dari Kepala Direktorat Bispa yang mengingatkan kepada Ketua Umum LMR-RI agar waspada terhadap oknum-oknum yang ingin menjatuhkan nama baik LMR-RI berdasarkan temuan dan bukti-bukti yang ada pada Direktorat Bispa.
2-November-1980 Membantu penyelesaian ganti rugi tanah masyarakat Rawarengas, Tangerang yang akan dijadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
6-November-1980 Sabotase kecelakaan lalu lintas yang hampir merenggut jiwa Ketua Umum LMR-RI, dalam insiden tersebut juga menewaskan Sekretaris dan supir pribadi Ketua Umum LMR-RI.
28-April-1981 Surat Rahasia dari SINTELPAM Mabes POLRI kepada LMR-RI No.Pol: R/4-51/IV/81/ SINTELPAM tentang perlunya meningkatkan kerjasama antara LMR-RI dan POLRI.
17-November-l981 Surat Menteri Kehakiman RI. Ali Said, SH kepada Ketua Umum LMR-RI agar mengganti lambang LMR-RI garuda tunggal harus sesuai peraturan pemerintah Nomor 43 Tahun 1958.
25-November-1981 Ketua Presidium Pusat LMR-RI Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi mengutus Koordinator Khusus Bantuan Hukum dan Kernasyarakatan Yusuf Hofni Kilikily. BA beserta 4 orang staf LMR-RI lainnya menghadap Menteri Kehakiman RI. Ali Said, SH guna menjelaskan sejarah perjuangan LMR-RI yang sejak tahun 1946 sudah memakai lambang Garuda Pancasila sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia menggunakannya tahun 1957 hingga dibuat peraturan pemerintah nomor 43 Tahun 1958.
1-Mei-1982 LMR-RI membantu pemerintah mengamankan jalannya PEMILU ancaman perusuh.
22-April-1984 LMR-RI mengadakan acara Simposium dan Diskusi bertempat di Jalan Gunung Batu No.71 Bogor.
24-Desember-1984 Pengumuman Ketua Presidium Pusat LMR-RI tentang pembenahan dan pendataan ulang anggota atau pengurus LMR-RI di Pusat dan Daerah.
12-November-1985 Reuni anggota dan pengurus LMR-RI seluruh Indonesia dalam rangka memperingati 35 tahun berdirinya LMR-RI.
1-September-1986 Surat Instruksi Ketua Presidium Pusat LMR-RI No.013/2/LMR-RI/ PRESPUS/IX/1986 tentang pembekuan sementara kegiatan koordinator-koordinator / sub. Koordinator / pengurus LMR-RI ditingkat Pusat dan Daerah untuk waktu yang tidak ditentukan.
9-Desember-1986 Pendiri dan Ketua Umum Presidium Pusat LMR-RI Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi meninggal dunia dalam usia 75 tahun serta dikebumikan di TPU Jl. Rante, Gunung Batu Bogor.30-Agustus-1993 Koordinator Khusus Bantuan Hukum dan Kemasyarakatan LMR-RI Drs. Yusuf Hofni Kilikily.SH menemui Tubagus Nanang Azhar,SH dirumah Taman Pagelaran Jl. Akasia D4 NO. 101 Padasuka Bogor. Dalam pertemuan tersebut dibicarakan hal sangat penting yaitu tentang rekonsiliasi dan reorganisasi untuk mengaktifkan kembali kepengurusan LMR-RI yang telah dibekukan sementara sejak tahun 1986.
16-Januari-1994 Rapat Anggota LMR-RI diadakan di Gedung Juang Jl. Kramat Raya
Jakarta. Hadir antara lain H. Soemarsongko Hadi,SH dan Ibu Lieke Djohan. Dalam Rapat Anggota LMR-RI.BPH.NMS tersebut ditetapkan Drs. Yusuf Hofni Kilikily. SH sebagai Ketua Umum Presidium Pusat LMR-RI yang baru Penyusunan pengurus akan dilakukan dalam Rapat Pleno lanjutan.
.

( Foto Bersama Pengurus LMR-RI 1994-1999 - ditengah baju berdasi warna pink Drs. Yusuf Hofni Kilikily. SH )
17-Agustus-1996 Presiden RI Soeharto melalui Sekretaris Negara RI Moerdiono.SH memberikan legitimasi kepada pengurus LMR-RI periode 1994-1999. Sebanyak 6 orang Pimpinan LMR-RI terpilih diundang ke Istana Negara antara lain :
Penasihat Agung : H. Soemarsongko Hadi, SH
Pembina : H.B. Suparlan
H. Mansyur Achmad
Ketua Umum : Drs. Yusuf Hofni Kilikily, SH
Wakil Ketua Umum : Tubagus Nanang Azhar, SH
Sekretaris Jenderal : Naviri A. Sikome, SH

28-Mei-1997 LMR-RI secara independent turut mengawasi pelaksanaan PEMILU 1997.
17-Agustus-1997 Presiden RI H.M.Jend.Purn Soeharto mengundang Pimpinan dan Staf LMR-RI untuk menghadiri HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 52 di Istana Merdeka, Jakarta.
13-Mei-1998 Terjadi kerusuhan massa di Jakarta dimana LMR-RI turut mengamankan agar penjarahan tidak meluas.
17-Agustus-1998 LMR-RI menghadiri HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 53 dalam era pemerintahan Presiden RI BJ. HABIBIE di Istana Merdeka, Jakarta.
22-November-1998 Pernyataan bela sungkawa seluruh komponen LMR-RI atas wafatnya para mahasiswa, masyarakat dan prajurit keamanan Negara yang gugur dalam
medan juang "Reformasi".
19-Mei-1999 LMR-RI mendapat akreditasi sebagai pemantau PEMILU 1999 dari Komisi Pemilihan Umum.

( Foto Acara MUNAS I di tengah Ketua Umum Periode 2007 s/d 2012 Bapak Agustinus L.KiliKily, SH dan samping kanan Sdr.H.Jamaluddin, SH Ketua LMR-RI Komwil Papua dan samping kiri Ketum Sdr. Zainal Asnun, S.Ip )

26 - 27 Juli 2007 MUNAS I LMR-RI.BPH.NMS Sejak Didirikan pada Tahun 1931 di Taman Wisata Wiladatika Cibubur - Jakarta Selatan dengan Mengangkat Saudara Agustinus L.Kilikily, SH sebagai KETUA UMUM dan Sekertaris Jendral oleh Ir.DAHLAN FOUDUBUN Masa Bakti Periode 2007 s/d 2012 lihat di web:http://www.lmrri.co.id
8 – 10 Juni 2009 RAKERNAS I LMR-RI.BPH.NMS Sejak didirikan pada Tahun 1931 dengan awal perencanaan di Griya Bima Sakti, Komplek TNI AU Triloka Blok A No. 10 Pancoran- Jakarta Selatan dan dipindahkan di Graha Wisata Ragunan Jakarta Selatan mengingat dikarenakan akan diadakan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2009 semua Peralatan dan Sarana & Prasarana Negara tidak dapat dipakai dan juga Stabilitas NKRI serta arah Demokrasi menuju Indonesia makmur dan sejahtera.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar